Semarang Itu.....

Rabu, 02 Januari 2013

Seorang bijak pernah berkata bahwa berkunjung ke tempat-tempat yang belum pernah kita datangi membuka persepsi baru kita akan suatu hal. Entahlah, mungkin perjalanan demi perjalanan itu yang membuat saya “nagih” adalah banyaknya hal-hal yang baru yang kita temukan. Entah itu adat istiadat, gaya hidup, pandangan politik, arsitektur bangunannya, makanan khasnya, wajah manis wanitanya atau apalah itu. Okelah, sudah cukup saya berfilsafat ria :D

Semarang adalah salah satu kota yang jarang saya kunjungi. Mungkin ada setangkup rasa malas ketika memikirkan kota yang berada di pesisir pantai yang memiliki panas di atas rata-rata, udara lembab khas pantainya, dan kepadatan penduduknya sebagai kota besar di Jawa. Memikirkan Semarang sama seperti ketika saya memikirkan Jakarta, annoying. Belum lagi dengan daftar jalan berkelok-kelok nan sempit  yang mesti saya lewati. Daftar ini mesti ditambahi lagi dengan truk-berbadan-dua (jangan mikir jorok :D) yang bersliweran di jalanan menuju kota ini, kota yang membuat saya berpikir dua kali ketika berencana menyambanginya *pukpuksemarang*

well, itu adalah pemikiran picik seorang yang memandang sesuatu hanya dari statistik dan data-data belaka. Karena itulah, klasik tetapi relevan adalah peribahasa “tak kenal maka tak sayang”

Pagi itu, motor supra-X 125 saya geber dengan kecepatan minimum mengingat jalan berbukit-bukit yang hanya beralas bebatuan bukan aspal yang harus saya lewati. Karena ulah GPS sialan, saya mesti membelah bukit demi bukit, menghindari jalan becek dan berlumpur setelah hujan, dan sesekali membuka GPS di HP. Rendezvouz adalah di Umbulsidomukti, (seperti puncaknya semarang, atau dieng-nya Wonosobo), dengan H-Hour  0700. Saya, yang hobi ngaret parah inipun sampai disana jam 10:00 dan teman-teman sudah selesai berenang di pemandian haha *pukpukself*. Oh, iya sebelumnya peserta ada Visa, dani, harvi, kampes, wika, bowok, hadi, bang yudha. 




Umbul sidomukti disamping menawarkan pemandian juga ada flying fox dan marina bridge, tetapi kelihatannya banyak teman-teman yang tidak minat K. 



Setelah foto-foto narsis sebentar  dengan bokong kuda perjalanan dilanjut ke tujuan selanjutnya, Candi Gedong 9.



Gedong 9 adalah sebuah candi Hindu, yang bisa dilihat dari arca-arcanya yang menggambarkan dewa-dewa agama asli India ini. Udara dingin memaksa kami (lebih tepatnya menggoda) untuk menikmati semangkok bakso hangat atau nikmatnya kuah mie ayam diselingi wedang Jahe yang mantap. Setelah memarkir kendaraan dan makan, akhirnya kami ciao ke loket dan bersiap mendaki. Mendaki karena medannya persis sekali ketika kita mendaki gunung, sehingga disarankan membawa purwaceng minuman yang banyak yang banyak. Saya belum menemukan filosofi kenapa kebanyakan candi-candi Hindu dibangun di dataran-dataran tinggi, sebut saja Candi Arjuna di dieng, candi gedong 9 ini, atau candi pringapus di Temanggung.  Mungkin, agar lebih dekat dengan Tuhannya. Mungkin. Kebetulan ini hari libur, sehingga banyak betul pengunjung yang rata-rata adalah rombongan keluarga. Walau namanya Gedong 9, jangan tekecoh ya jika candi disini Cuma 5. Mungkin yang 4 belum selesai atau belum bisa direkonstruksi kembali. Berbeda dengan borobudur, situs ini terdiri dari banyak candi dan untuk berpindah dari satu candi ke candi lain dibutuhkan usaha ekstra keras, soalnya harus melewati jalan yang menanjak. Oh, iya bagi anda penikmat pemandian air panas di puncak situs ini ada juga loh. Juga disini bisa ditemukan semburan asap belerang nan eksotis seperti ini hahaha

lelah berjalan di tempat ibadah umat Hindu, kami melanjutkan perjalanan selanjutnya ke tempat ibadah umat Budha, pagoda. Pagoda ini masih berfungsi sebagai tempat ibadah umat Budha. Sehingga masih terawat dan bersih disana-sini. Menilik banyaknya tulisan China, patung dewi kwan Im dan Dewa-dewa berzirah khas kebudayaan China, bisa disimpulkan pagoda ini adalah hasil akulturasi bangsa India dan Bangsa China.




Selepas hasrat terpuaskan (hasrat?), perjalanan dilanjutkan ke objek wisata kota Semarang yang semakin marak akibat program tidak bermutu di sebuah stasiun televisi, Lawang sewu.

Setelah memenjatkan doa ke haribaan Allah a.k.a Sholat, perjalan dilanjut menggunakan mobil baru si Wika (ihirrr) ke objek wisata lawang sewu, bangunan peninggalan Belanda yang keangkerannya terkenal ke pelosok seluruh Indonesia. Sayang seribu sayang, objek ini ditutup. Mungkin karena sampai sana terlalu malam sih, next time mungkin bisa dikunjungi lagi. Jadi hanya sekedar mengitari sekeliling lawang sewu dan bergumam, oh ini to lawang sewu. Rasa lapar mendorong mobil berhenti di angkringan di taman KB, depan SMA 1 Semarang. Daerah yang sudah ditata dengan apik oleh pemkot Semarng untuk menertibkan pedagang angkringan, kaki lima, atau sejenisnya dengan fasilitas gerobak dan tempat strategis. Dan seperti biasa, obrolan-obrolan khas Warkop sebagaimana masamasa kuliah dulu pun mengalir.

Saya sudah capek, tapi mubadzir juga kalo ke Semarang tidak ke masjid raya Jawa tengah.  Dilihat dari ukuran, masjid ini memang tergolong besar sekali, saking besarnya ada space yang lolos dari keamanan dan digunakan untuk pacaran haha. Woi, masjid buat pacaran! Di hotel saja sanah (Hush!!) dan khasnya, di masjid ini ada semacam kanopi yang mirip seperti kanopi di masjidil haram Arab yang bisa terbuka atau tertutup secara mekanis. Karena terlalu malam, ya akhirnya Cuma sebantar saja di sana sehabis diusir security
K

perjalanan  selanjutnya mengitari kota semarang dengan segala macam hiruk pikuk gemerlapnya sebagai kota besar di Jawa, simpang lima sebagai pusatnya kota semarang, lalu ada warung makan ayam lombok ijo yang saking ramenya, pelanggannya meluber sampai ke luar,lalu melewati  kota lama. Kota khas dan iconic dari semarang peninggalan kolonial Belanda yang membentang luas tetapi tidak dihuni mengingatkan kita semacam perasaan kuno tetapi menawan akan kejayaan masa lampau.

Akhirnya perjalan berakhir juga dengan diparkirkannya mobil si Wika.  Saya, visa, dan bowo  berencana pulang malam itu juga. Dengan motor mengarungi tikungan-tikungan gelap nan sempit diiringi salib menyalib dengan truk truk gandeng.Rombongan yang lain, mengingat jauhnya perjalanan pulang yang akan mereka lakoni memutuskan menginap di masjid dan pulang keesokan harinya. Setelah menghangatkan diri dan men-celekke mata di angkringan terdekat, motor saya geber full throttle bersama duo magelang visa-bowok.

Sayonara Semarang,  salam manis dari saya ya...:D

Kopi dan Tidur

Minggu, 26 Agustus 2012



hari ini aku tertidur karena kopi keras ini. Kopi yang kuharap-harap menjadi obat goda tidurku justru menaklupkan dua mataku. Ia menunjukkan wajah aslinya bagaimana keprcayaan dapat diputarbalikan. Ya, ia yang begitu terpercaya menterjagakan aku berpuluh-puluh tahun kini berkhianat dalam pahit kentalnya.

hari ini aku tertidur karena kopi keras ini. Kopi bangsat ini, membikin aku tertidur tak menentu. Gagal rencanaku menonton bola nanti malam, gagal rencanaku menyelesaikan tugas dari si Bos, gagal rencanaku meronda, gagal rencanaku menyiapkan ujian negara, gagal semua hanya karena kopi hitam pekat sialan ini.

hari ini aku tertidur karena kopi keras ini. Pukul 0700 malam aku menguap dengan lebarnya tapi aku tiada khawatir. Kusobek bungkus kopi instan ini, lantas aku seduhkan air panas. Aku tahu itu kurang, maka kusobek lagi dan lagi. Sekarang aku yakin aku tidak akan tertidur lagi. Kusobek lagi dan lagi dan lagi dan lagi dan lagi dan lagi dan lagi.

hari ini aku tertidur karena kopi keras ini. Jam digital menunjukkan pukul 0700.........pagi.  Kurang ajar,  batinku
. Kopi! Kau telah Mengkhianatiku!!!

Walau dalam hati kecilku, aku tahu, tiap orang butuh kambing hitam.

Penjajahan, Berkah atau Kutukankah?

Jumat, 24 Agustus 2012


Frank-Alamanni dengan legiun - kavaleri  Romawi saling  memandang berhadap-hadapan dalam pertempuran Strasbourg. Kepulan debu beterbangan  menyakitkan di mata dan mereka saling menahan napas. Ketegangan menyelimuti dalam menunggu komando selanjutnya.
Hari itu nasib dua kelompok bangsa besar akan ditentukan apakah sang elang Romawi mampu melanjutkan program kolonialisasi demi kolonialisasinya atau sang bangsa di depan mata yang lainnya yang  mampu bertahan dan membinasakan musuhnya dalam perang besar ini. Pada akhir waktu  dapat terlihat bahwa ketimpangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang berbicara. Republik Romawi yang terstruktur militernya,  ada hirarki yang jelas, punya “fabricae” pabrik alat-alat perang milik negara, punya akademi-akademi militer, kesejahteraan prajurit melebihi kesejahteraan prajurit Amerika di perang dunia 1, kenyang asam garam  untuk menjajah mempecundangi mereka yang tertinggal dan proses kolonialisasi pun dimulai.

Proses itu kembali diulangi ketika setengah milenium kemudian Belanda, negeri kecil di bawah laut yang dimitoskan oleh si kolonial luasnya melebihi Indonesia, menaklukan negeri-negeri Nusantara yang beratus-ratus jumlahnya. Realistis bahwa peluru tidak mungkin dikalahkan oleh keris-keris empu walau dimitoskan keris-keris itu dapat terbang sendiri, meriam-meriam yang lajunya tak dapat tertahankan oleh barisan tameng  walau katanya dirapal mantra kyai dari arab, dan negeri-negeri nusantara itu bukanlah Indonesia. Mereka itu sekumpulan negeri yang saling berperang bahkan ada dalam satu negeri yang  berperang secara internal dan barbar. Anak membunuh bapak, saudara membunuh kepada saudaranya, ibu diperistri anaknya demi jabatan penguasa Raja. Nusantara Jatuh tapi lalu bangkit. Ekonominya bangkit  karena sumber daya mampu dimanfaatkan dengan baik oleh sang kolonialis . Stabilitas politiknya luar biasa jika dibandingkan sebelum dijajah, satu penguasa yaitu Gubermen, Gubernur Jenderal yang dipilih oleh negeri bunga tulip itu. Perang-perang saudara dan pemberontakan yang dapat ditekan karena superiornya militer kolonial jelas membuat stabilitas keamanan meningkat signifikan. Belanda memasukan kopi, tebu, cengkeh, dan sebagainya yang belum dikenal sebelumnya pada tanah subur Indonesia. Ilmu pengetahuan Eropa memberikan berkahnya pada negeri jajahan. Nusantara mengalami lompatan sipil jauh ke depan dari yang  seharusnya karena dijajah.

Cost yang dikeluarkan Belanda dalam menjajah Indonesia tidaklah kecil. Berapa nyawa sudah melayang karena hal ini, berapa gulden yang sudah diinvestasikan. Dikisahkan bahwa dalam masa pencarian “dunia baru” ini, seorang pelaut hidup dalam ketidakpastian. Jarak yang tidak menentu, keuntungan yang belum jelas, rindu keluarga di rumah, bahaya menanti di tempat tujuan dan memang akhirnya bahaya-bahaya di atas tadi benar-benar terjadi. Pelayaran bertahun-tahun tanpa hasil menemukan si “dunia baru”, hidup dalam dek-dek kapal kotor minim makanan bertahun-tahun. Badan mulai mengurus,  ada yang kakinya membusuk, gusi, gigi-gigi mulai berdarah, teman satu persatu mati dan terpaksa dijadikan makanan sendiri. Dan......., keajaiban itu datang....spicy Islands ditemukan, pulau rempah-rempah menganga di depan mata sebagai  ganjaran kerja keras berdarah-darah bangsa oranje.

Hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa Belanda mengubah negeri yang semi barbar ini mendekati sebuah nation pada abad tersebut. Belanda kehilangan banyak gulden dan nyawa, Nusantara kehilangan harga dirinya. Apakah ada yang lebih berharga daripada harga diri?. Dalam masalah hukum, rakyat Nusantara selalu menjadi kelas ketiga setelah bangsa-bangsa Eropa dan bangsa timur jauh. Hukum sebagai penguasa tertinggi pun mendiskriminasikan mereka. Dalam hal pendidikan, jangan harapkan pendidikan bermutu jikalau bukan keturunan ningrat. Tampaknya Belanda belajar betul dari pengalaman Spanyol ketika menjajah Flipina, rakyat Filipina memberontak dipimpin golongan intelektual mereka. dr Jose rizal dan kawan-kawannya membentuk organisaasi bernama Katipunan yang terstruktur dan rapi. Kalau ingin jujur, ini akibat Spanyol memberikan pendidikan Eropa yang jauh ketinggiannya kepada orang Filipina. Spanyol terusir....iya Spanyol terusir dan Filipina menjadi suatu Nation pertama di  Asia Tenggara di tahun 1800an. Bayangkan....negara terjajah yang dianggap bangsa barbar oleh penjajahnya punya Presiden sendiri!  Pendidikan itu luar biasa kekuatannya. Meski pada akhirnya akibat sandiwara perang antara Spanyol dan Amerika Serikat negara ini jatuh dalam cengkeraman Amerika. Kembali pada Indonesia, kalo diperbandingkan dengan Indonesia dengan Filipina  ada yang menarik. Vlekke dalam Bukunya “Nusantara” berkata adalah kesalahan  fatal Belanda enggan membangun perguruan-perguruan tinggi di Indonesia. Akibat politik etis, golongan terpelajar yang tidak buta huruf dari orang pribumi jumlahnya melebihi orang yang tidak buta huruf dari orang Belanda sendiri. Tentu saja dari golongan ini ada  yang melanjutkan ke perguruan tinggi dan perguruan tinggi ini tidak ada di Indonesia. Solusinya  lantas monarki Belanda pun menjadi tujuan mereka. Di belanda mereka belajar tentng apa itu “Nation”, karena dekat dengan Prancis mereka belajar pula tentang revolusi Prancis,juga  ajaran J.J Rosseau tentang persamaan, persaudaraan, dan kebebasan, singkatnya mereka melihat Eropa secara keseluruhan. Munculah golongan yang menjadi duri dalam daging kolonial, golongan nasionalis. Jangan lupakan pula tanam paksa dan Rodi. Vlekke menuliskan, kolonial menganggap bangsa Nusantara terlalu malas dan boros, lalu mereka tidak punya cukup uang untuk membayar pajak.Sebagai ganti membayar pajak, solusi logisnya adalah tanam paksa sehingga mereka tidak mengeluarkan uang dan penyakit malasnya teatasi. Namun,Tanam paksa menyeleweng dan perbudakanlah   bisa dikatakan yang terjadi. Jangan lupakan pula pembangunan Jalan Raya Anyer-Panarukan. Dalam rangka menghadapi Inggris yang ssemakin dekat, dibangunlah jalan itu untuk meningkatkan mobilisasi pasukan. Karena keadaan darurat  menurut hemat saya segala cara akan  dihalalkan. Jalan itu selesai tetapi jumlah korban-korbannya mencengangkan. Perampasan-perampasan lahan untuk pabrik gula hasil kolusi Gubermen dengan Pejabat Lokal pribumi turut mewarnai kolonialisasi. Gula pada masa itu adalah industri strategis Hindia sebagaimana industri minyak di Timur Tengah dan untuk melebarkan sayapnya penyimpangan sebagaimana disebutkan di atas terjadi. Petani kehilangan lahan-lahannya dan mereka terpaksa bekerja sebagai buruh gula dengan upah lebih rendah daripada jika bertani. Pergundikan, pelecehan-pelecehan sebagai bangsa kalah perang, ketidaksetaraan. Yang Eropa selalu di atas, bahkan warga pribumi sendiri ingin diakui sebagai warga Eropa. Nusantara memang menjadi berkembang tetapi seharusnya bisa lebih berkembang jika Belanda lebih bijak.

Akhirnya, untuk menutup artikel ini saya akan menyitir  pernyataan Pram,
 “Jangan agungkan Eropa sebagai keseluruhan. Di mana pun ada yang mulia dan jahat....Kau sudah lupa kiranya, nak. Yang kolonial selalu iblis. Tak ada kolonial yang mengindahkan kepentingan bangsamu” (Anak Semua Bangsa).

Dirgahayu Indonesia-ku yang ke 67!!

Why Always (me) Pajak?”

Minggu, 15 April 2012

“Coba liat mas, gedung yang paling tinggi di ring road, kantor pemerintahan yang ada AC nya itu kantor apa? Yang parkirannya seperti showroom mobil itu, gedung apa?? Yang gaji pegawainya 10jutanan itu kantor apa?? Yang pegawainya “keceh” duit itu dari kantor mana?”

Pertanyaan di atas adalah pertanyaan yang dilontarkan oleh seorang wajib pajak ketika saya dan teman kerja melakukan penagihan pajak di rumahnya. Terdengar dengan manis di nada suaranya tapi bermakna sarkatis dalam tafsirannya. Saya menginsyafi betul, nama instansi tempat saya bernaung ini sedang diserang oleh cacian dan cobaan yang bertubi-tubi dari berbagai pihak...mulai dari kasus Gayus, DW maupun Ajib....Belum lagi “rasan-rasan” di belakang yang tidak mengenakan hati. Seburuk itukah Direktorat Jenderal Pajak ?

Perpajakan adalah bagian vital dari suatu negara lebih-lebih di Indonesia. Ketika sektor migas belum bisa dimaksimalkan, maka 70%-80% duit negara ini didapat dengan cara memungut uang dalam bentuk pajak. Uang ini akan didistribusikan dalam APBN pada masing-masing kementerian. Jadi, institusi pajak yang mengumpulkan adapun tanggung jawab penggunaannya ada pada masing-masing kementerian. Salah apabila ada yang bilang jalan rusak, jembatan roboh, PLN byar pet, sekolah ambruk karena uangnya dikorup oleh pegawai pajak....NO NO....masing-masing Kementerian-lah yang mengelolanya. Misal, kementerian Pekerjaan Umum (FYI mereka mendapat pembagian jatah uang apbn terbesar setelah Pertahanan)....merekalah yang bertanggung jawab membangun gedung-gedung, jembatan, infrastruktur. Pendidikann ada di kementerian pendidikan, dan sebagainya.

next gunjingan...”Uang pajak dikorup pegawainya?”
pertanyaan saya “Pernahkah bikin NPWP lantas menyampaikan laporan dan membayar pajak??”.
kalo belum (pantas tidak tahu :p), mohon cari satu saja kantor pajak yang uang pajaknya diterima oleh pegawainya...saya jamin tidak ada. Mekanisme pembayaran pajak adalah melalui surat setoran pajak (SSP) yang disetor sendiri ke bank persepsi (bank yang ditunjuk pemrintah) atau kantor pos. Gimana mau “diunthet” wong wajib pajak sendiri yang mbayar langsung ke negara.
Oia, satu lagi. Misal dah bikin NPWP...coba deh keluarkan kartu2 dari dompet, lantas ingat-ingat mana yang bikinnya paling cepet...mana yang bikinnya tanpa biaya alias gretongan....mana yang bikinnya gak pake syarat ribet nyiapin ini itu :D.
Pajak (DJP) itu juga punya prestasi jugak lah. Gak nista selamanya. Dari sisi pelayanan administrasi, menduduki peringkat ke-2 setelah KPPN (perbendaharaan). Orang yang pernah bikin NPWP pasti paham maksudnya , gak sampai setengah jam dah kelar. KPK juga bikin survey integritas pada instansi-instansi pemerintah. Hasilnya, pajak dinilai 7,65 dari nilai maksimal 10. Jauh di atas standar KPK yaitu 6.0. Untuk kode etik dinilai 9, 73 (dari skala 10) dan untuk promosi anti korupsi 9, 82 (dari skala 10). Untuk pelayanan, survey dilakukan oleh IPB dengan hasil 3, 79 (dari skala 4).....liat di portal DJP atau okezone.com coba.

Lah...baik-baik mulu...itu liat di TV..Gayus...Ajib....Dhana....? itu konkret bahwa pegawai pajak itu nakal nakal kan??
Gayus emang nakal bro. Semua pegawai pajak juga mengakuinya. Maen-maen di keberatan seenak udelnya sendiri. Rekening gendut Dhana? Belum terbukti. Jadi mesti ada asas presumption of innocence (praduga tak bersalah), Ajib gimana? Ajib itu rekeningnya gendut karena dia nampung Gaji rapelan seluruh lulusan stan yang baru digaji setelah magang beberapa lama. Jadi nominalnya besarr banget

Oia, ngomong-ngomong tentang rekening gendut, yang punya itu bukan hanya pegawai pajak saja lo. Di Polri atau tentara.....atau pejabat2 di kementerian lain juga banyak. Jadi mengutip kata-katanya Balloteli “why always me pajak?”.....saya juga bingung.


KILL ME!

Minggu, 11 Desember 2011

masih doyan merokok?



Karena Pria Takkan Menangis


Andai kau bukan segalanya bagiku
Andai kau tak sebaik yang aku kira
Andai ku tak pernah luput melupakanmu
Andai ku tak pernah utk membutuhkanmu

Bukan ku lebih mementingkan egoku
Tapi sudah kodratku harus memimpinmu
Aku hanya mencoba mengerti kamu
Bukan seperti apa yang kamu coba pikir padaku

Ku harus bagaimana agar engkau percaya
Karena pria tak mungkin menangis dihadapmu
Aku akan mencoba apa yang engkau pinta
Namun pria tak mungkin menangis dihadapmu

Aku bagai pilar-pilar tak beratap
Aku hanya manusia yang biasa
Aku hanya mencoba mengerti kamu
Bukan seperti apa yang kau coba pikir padaku

Sadarilah pria ini takkan mungkin menangis dihadapmu
Oh sanggupkah aku berjalan tanpa kakimu

(Soultan)

Sulap Kalkulator


Iseng-iseng main ke gramed dan baca gratis kesana-kemari. eh, nemu artikel tentang sulap yang simple tapi menarik. yang anda butuhkan hanya kalkulaor dan tentu saja, ehm, orang yang mau anda kadalin. 

  1. suruh dia memasukan 4 digit angka dalam kalkulator di hp-nya lantas, 
  2. suruh ia kurangkan angka tadi dengan kebalikannya, misal 4321-1234=3087. sangat penting untuk hasilnya POSITIF. Jika negatif, suruh ia mengulanginya dengan membalik pengurangan. 
  3. dari angka hasil pengurangan tersebut yaitu 3087 maka kita minta satu angka di simpan dalam hati oleh dia dan minta disebutkan sisa 3 angka tersebut kepada kita. misal ia menyimpan dalam hatinya angka 7, maka dia akan menyebutkan angka 0,8, dan 7.

disinilah kita mulai bermain,

  1. jumlahkan tiga angka terakhir tadi 0+8+7=15
  2. Setelah kita jumlahkan maka hasil tersebut harus dikurangi dengan hasil perkalian 9 yang hasilnya jauh lebih besar namun mendekati dengan hasil penjumlahan tadi. Hasil perkalian 9 yang jauh lebih besar namun mendekati dengan angka hasil penjumlahan (15) adalah 9 x 2 = 18.
  3. dan langkah akhirnya, 18-15= 3
bukankah 3 adalah angka yang disembunyikan dia tadi?
saya berikan satu contoh lagi, misalkan dari 3087, yang disembunyikan adalah 7. Kemudian, 3+0+8=11 dan kelipatan 9 yang terbesar adalah 18. hasil akhirnya 18-11=7 bukan?


Jadi selagi  dia  terheran-heran karena anda bisa membaca hatinya (#eaaa), anda bisa terkikik-kikik  dalam hati Xp

oia, ada exception dalam trik ini yaitu

  1. Jika hasil penjumlahan hasilnya sama dengan 9 maka sudah pasti angka yang disimpan adalah angka 9.
  2. Jika hasil penjumlahan hasilnya sama dengan 18 maka sudah pasti angka yng disimpan adalah angka 0.
  3. Hanya ada dua angka dari perkalian 9 yang dijadikan faktor pengurang yaitu 9 x 1 = 9 dan 9 x 2 = 18. Tidak menggunakan 9 x 3 = 27 ataupun seterusnya.

    Oke, saatnya anda turun gunung dan bereksperimen:D